Self-Development vs. Self-Awareness Rahasia Sukses Finansial yang Sebenarnya
Manusia itu diciptakan berbeda-beda. Gua beda sama lu, lu beda sama gua, dan kita mungkin juga beda dari orang lain. Kalau manusia memang diciptakan berbeda, cara mencapai kesuksesan finansialnya pasti juga berbeda-beda.
Tapi masalahnya, di era sekarang, sukses terkesan harus mengikuti template yang baku dan distandarisasi untuk semua orang. Akibatnya, banyak orang yang mendewakan materi, konten, atau buku yang katanya bisa membantu mereka mencapai kesuksesan finansial. Materi-materi itu sering dicap sebagai "self-development," padahal belum tentu cocok untuk semua orang.
Pernah enggak kepikiran, kalau manusia diciptakan beda-beda, kenapa cara suksesnya harus sama?
Hati-Hati dengan Konsumsi Berlebihan Konten Self-Development
Buat lu yang kebanyakan nonton konten self-development, sadar enggak kalau terlalu banyak mengonsumsi konten itu sebenarnya enggak akan otomatis bikin lu sukses secara finansial? Sekarang kita lihat fenomenanya: banyak orang berlomba-lomba membaca buku self-development sebanyak mungkin, seakan-akan itu kunci utama kesuksesan.
Tapi ada riset dari Jonathan Jackson dkk. (2010), seorang profesor Psikologi dan Perilaku Ekonomi di London School of Economics, yang menemukan bahwa self-development memang bisa meningkatkan beberapa aspek kepribadian (traits), tapi tidak berdampak besar dalam mencapai kesuksesan finansial.
Lebih lanjut, penelitian itu menyebutkan bahwa orang yang fokus mengembangkan hard skill di industri tertentu serta membangun networking, memiliki tingkat kesuksesan finansial 50% lebih tinggi dibanding mereka yang hanya fokus pada self-development.
Banyak riset lain juga menunjukkan bahwa konsumsi self-development yang berlebihan memiliki korelasi yang sangat kecil terhadap kesuksesan finansial, dibandingkan jika seseorang lebih banyak mengembangkan practical skill. Intinya, konten self-development itu enggak bikin lu kaya!
Self-Awareness Lebih Penting daripada Self-Development
Buat kalian yang masih terlalu lebay mengonsumsi konten self-development, coba pahami dulu perbedaan antara self-development dan self-awareness.
Self-awareness jauh lebih penting dan harus dipikirin dulu sebelum self-development. Kenapa? Karena, seperti yang gua bilang tadi, manusia itu beda-beda. Lu harus paham dulu:
- Lu itu tipe orang seperti apa?
- Lu bisanya apa? Enggak bisanya apa?
- Talenta lu apa?
- Lu sukanya apa?
Self-awareness adalah memahami diri sendiri dengan baik. Sementara itu, self-development adalah aktivitas untuk meningkatkan kualitas diri.
Tapi pertanyaannya, kalau lu belum punya self-awareness, kualitas diri apa yang mau diimprove? Standarnya siapa?
Makanya, lu butuh self-awareness dulu! Orang lahir di kondisi yang berbeda-beda. Ada kesamaan, tapi tidak semuanya sama. Jadi, cara sukses setiap orang juga pasti berbeda-beda.
Setelah paham tentang self-awareness dan self-development, lu harus berhenti menelan mentah-mentah semua tips dari media sosial tanpa riset lebih lanjut. Cocok atau enggaknya tips itu, harus disesuaikan dengan kondisi dan karakter lu sendiri.
Bukti Nyata: Cara Sukses Itu Tidak Bisa Diseragamkan
Contohnya gua sendiri. Tahun lalu, gua mau memperbaiki pola tidur gua. Gua baca buku, riset, dan ngikutin tips sleep hygiene dari berbagai sumber. Ada yang bilang jangan nonton HP sebelum tidur, jangan begadang, harus meditasi dulu, dll.
Gua coba semuanya, tapi tetap enggak bisa tidur dengan nyenyak! Sampai akhirnya gua menemukan metode sendiri: gua perlu nonton film ringan sebelum tidur supaya otak gua enggak terus bekerja. Itu bertentangan dengan apa yang diajarkan di konten self-development, tapi nyatanya cara ini berhasil buat gua.
Gua yakin, banyak dari kalian juga mengalami hal yang sama dengan berbagai tips dari internet yang ternyata enggak cocok buat diri kalian. Coba share pengalaman kalian di kolom komentar!
Efek Negatif Terlalu Banyak Konsumsi Self-Development
Hati-hati, terlalu banyak konsumsi self-development justru bisa bikin lu anxiety!
Ada studi dari Brown & Ryan (2003) yang menyebutkan bahwa konsumsi berlebihan konten pengembangan diri bisa meningkatkan kecemasan dan stres. Kenapa? Karena orang jadi terlalu fokus pada kekurangan mereka sendiri dan terus-menerus berusaha mencapai versi ideal diri yang sebenarnya tidak perlu.
Tekanan ini bikin banyak orang merasa tidak cukup baik dan cemas kalau tidak bisa mencapai standar yang ditetapkan oleh buku atau konten yang mereka tonton. Padahal, standar itu mungkin enggak sesuai dengan tujuan hidup mereka sendiri.
Fokus pada Self-Awareness, Skill, dan Networking
Gua punya banyak teman yang kreatif dan cemerlang, tapi mereka enggak terstruktur, suka telat, dan sering kehilangan barang. Kalau mereka mengikuti konten self-development yang mewajibkan mereka journaling, bikin to-do list, dan hidup super terstruktur, justru malah bikin kreativitas mereka mati.
Jadi, pertanyaannya: apakah mereka harus ikut apa yang dibilang buku atau konten self-development?
Menurut gua, kalau lu mau sukses, kuncinya bukan di self-development, tapi di self-awareness. Setelah itu, kembangkan skill dan networking lu!
Tahun 2016, ada meta-analisis dari Bulletin Psychology yang menunjukkan bahwa self-awareness secara langsung berhubungan dengan kesuksesan finansial. Orang dengan self-awareness tinggi punya pencapaian lebih besar dan kontrol emosi yang lebih baik dibanding mereka yang self-awareness-nya rendah.
Kalau lu benar-benar kenal diri sendiri (self-aware), lu pasti tahu:
- Hidup seperti apa yang lu mau?
- Seberapa kaya lu pengen jadi?
- Apa kelebihan dan kekurangan lu?
- Apa yang lu suka dan enggak suka?
Kalau lu sudah tahu semua ini, lu bisa bikin goal yang realistis dan plan yang sesuai dengan diri lu sendiri, bukan ikut-ikutan orang lain. Setelah itu, baru lu perbaiki self-development di bagian yang memang perlu diperbaiki.
Dan ingat, lu enggak perlu memperbaiki semua kelemahan lu! Fokus aja pada kekuatan lu, bukan sibuk menutupi kelemahan yang sebenarnya enggak menghambat tujuan lu.
Kesimpulan
Rumus sukses finansial itu bukan seperti 5 + 5 = 10, yang punya jawaban pasti. Tapi lebih seperti "Gimana cara dapetin angka 10?" Jawabannya bisa 5 + 5, bisa 7 + 3, bisa 2 + 8.
Jadi, cari cara sukses yang sesuai dengan diri lu sendiri!
Post a Comment for "Self-Development vs. Self-Awareness Rahasia Sukses Finansial yang Sebenarnya"