-->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menulis yang Efektif untuk Mencapai Tujuan, Panduan SMART Goals & Fear Setting

Cara Menulis yang Efektif untuk Mencapai Tujuan, Panduan SMART Goals & Fear Setting

Menulis itu sebenarnya mudah, sederhana, dan gampang. Jika kamu bisa menulis tujuanmu, itu bisa meningkatkan probabilitasmu untuk mencapainya dengan lebih tinggi lagi. Bahkan, sudah ada studi di Amerika Serikat yang membuktikan hal ini.

Salah satu contoh dari orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, saat memimpin Amazon, melarang penggunaan presentasi dalam rapat. Sebagai gantinya, ia menginginkan setiap orang yang ingin mengadakan rapat untuk menyiapkan catatan tertulis, bukan presentasi visual. Kenapa? Karena menulis itu sulit. Kita harus memikirkan ide di otak kita, lalu menggerakkan tangan untuk menulisnya di atas kertas. Ini adalah proses yang cukup menantang. Namun, semakin sering kita menulis, semakin jernih pula pikiran kita.

Selanjutnya, kamu harus bisa mengaktifkan Reticular Activating System (RAS) di otakmu. RAS ini berfungsi untuk membuat otak sadar bahwa kamu memiliki tujuan tertentu. Cara mengaktifkannya adalah dengan membuat tujuanmu terlihat dan selalu diingat. Misalnya, kamu bisa menuliskan tujuanmu di cermin, sehingga setiap kali melihatnya, kamu akan terus teringat untuk mencapainya.

Selain itu, kamu harus berani bersikap kritis terhadap dirimu sendiri dan mengevaluasi progres yang sudah dicapai. Sebuah tujuan tidak bisa hanya bersifat abstrak; harus spesifik, terukur, bisa dilakukan, realistis, dan memiliki tenggat waktu. Ini dikenal sebagai SMART Goals. Dengan membreakdown tujuan ke dalam langkah-langkah kecil, kamu bisa melihat mana yang sudah dicapai dan mana yang belum. Jika masih ada yang belum selesai, itu tidak masalah. Yang penting, kamu harus merayakan pencapaian kecilmu sebagai bentuk apresiasi diri.

Merayakan pencapaian bukan berarti harus berpesta besar-besaran. Kamu bisa merayakannya secara intrinsik, misalnya dengan memberi penghargaan kepada diri sendiri. Hal ini penting agar kamu bisa merasa seperti seorang pemenang dan akhirnya mulai bergaul dengan orang-orang yang juga memiliki pola pikir pemenang atau high-performance people.

Selanjutnya, kamu harus mengakuisisi identitas sebagai seorang pemenang. Jika kamu ingin menjadi seorang content creator, jangan hanya berpikir bahwa membuat konten adalah aktivitas. Sebaliknya, tanamkan identitas bahwa kamu adalah seorang content creator. Dengan begitu, aktivitas yang kamu lakukan akan terasa lebih ringan dan natural, bukan sebagai beban.

Namun, tantangan terbesar dari semua ini adalah konsistensi. Berdasarkan psikologi manusia, kita lebih mudah terdorong oleh ketakutan. Banyak orang yang tahu apa yang harus dilakukan, tetapi sulit untuk tetap konsisten. Oleh karena itu, daripada hanya menetapkan tujuan (goal setting), kamu juga perlu menerapkan "fear setting."

Caranya adalah dengan menuliskan tiga hal:

  1. Definisikan kemungkinan buruk yang bisa terjadi jika kamu melakukan suatu tindakan.

  2. Buat strategi antisipasi untuk mencegah kemungkinan buruk tersebut terjadi.

  3. Pikirkan solusi pemulihan jika kemungkinan buruk itu benar-benar terjadi.

Sebagai contoh, jika kamu ingin memulai bisnis baru, beberapa kemungkinan buruk yang bisa terjadi adalah kurangnya fokus dan kehabisan modal. Untuk mengantisipasinya, kamu bisa mencari partner bisnis yang bisa menangani operasional harian atau mencari sumber penghasilan tambahan untuk menjaga kestabilan keuangan. Jika kemungkinan terburuk tetap terjadi, misalnya bisnis gagal, maka kamu bisa menyesuaikan gaya hidup dan mencari cara lain untuk bangkit.

Setelah itu, pikirkan pula sisi positifnya. Walaupun kemungkinan suksesnya kecil, tetap ada manfaat yang bisa kamu dapatkan, seperti pengalaman, keterampilan baru, dan jaringan yang lebih luas.

Terakhir, kamu harus mempertimbangkan biaya jika tidak melakukan apa-apa. Bayangkan kehidupanmu dalam 6 bulan, 1 tahun, atau bahkan 3 tahun ke depan jika kamu tidak melakukan perubahan apa pun. Apakah kamu siap menerima konsekuensinya?

Intinya, manusia sering kali melebih-lebihkan rasa sakit dan ketidaknyamanan saat mencoba sesuatu yang baru, tetapi mereka jarang menyadari bahaya dari tetap berada di zona nyaman. Jadi, jangan sampai ketakutanmu menahanmu untuk bergerak menuju tujuanmu. 

Semoga tulisan ini bisa membantu! Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Post a Comment for "Cara Menulis yang Efektif untuk Mencapai Tujuan, Panduan SMART Goals & Fear Setting"