-->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dari Nol ke Sukses Perjalanan Saya Bangkit dari Kebangkrutan

Dari Nol ke Sukses Perjalanan Saya Bangkit dari Kebangkrutan

Gua akan share kepada kalian gimana caranya waktu gua jadi karyawan, gua bisa ngumpulin sekitar 60-70 juta untuk mulai bisnis.

Disclaimer dulu: kondisi gua waktu kerja mungkin beda sama kalian. Jadi, kalau kondisi kalian lebih sulit misalnya orang tua terlilit hutang, kalian sandwich generation yang harus bayarin utang orang tua, atau harus biayain adik-adik gua enggak bisa kasih cara spesifik. Tapi, gua harap kalian tetap bisa ambil pelajaran dari pengalaman gua dan simpan ilmunya untuk nanti saat kondisi kalian membaik.

Saat itu, gua punya gaji di atas UMR, tinggal sama orang tua (jadi enggak pusing mikirin makan dan tempat tinggal), serta tiap hari commute pakai KRL dan Kopaja. Gua menjalani hidup sangat hemat dan bisa ngumpulin uang buat modal bisnis.

Cara Gua Ngatur Gaji Saat Jadi Karyawan

Pada saat gua jadi karyawan di tahun 2015, gua punya dua penghasilan:

  1. Gaji

  2. Penghasilan dari jualan

Gaji pokok gua sekitar 6,5 juta, tapi dengan tambahan lemburan, gua bisa dapet total sekitar 9-11,5 juta per bulan. Untuk fresh graduate saat itu, gaji segini termasuk besar.

Namun, mindset yang gua pegang adalah: gua harus hidup seolah-olah gaji gua cuma 3 juta. Gua pecah penghasilan gua seperti ini:

  1. Konsumsi (2-3 juta / sekitar 33%)
    Gua hidup super hemat. Enggak beli barang yang enggak perlu, makan di kantin basement atau warung pinggir jalan di Kebon Kacang. Gua juga enggak ngerokok atau ngevape, karena nikotin mahal. Transportasi? Tetap pakai KRL dan Kopaja.

  2. Investasi (5 juta / sekitar 60%)
    Karena tujuan gua adalah punya modal bisnis, gua enggak mikirin investasi low-risk. Gua langsung masukin uang ke saham yang market cap-nya oke dan enggak terlalu volatil.

  3. Nongkrong & Hiburan (500 ribu - 1 juta)
    Gua tetap kasih budget buat nongkrong sama teman-teman, tapi tetap hemat. Misalnya, makan pecel pinggir jalan yang bisa ditambah bawang goreng biar lebih kenyang.

  4. Penghasilan dari Jualan (3 juta, full untuk investasi)
    Gua jualan kue kering pas Lebaran, jualan hewan kurban, dan usaha kecil lainnya. Hasilnya gua masukin full ke investasi, kecuali sedikit buat traktir diri sendiri.

Strategi Nabung & Investasi

Gua selalu pisahin uang ke dua kategori:

  • Kendi Investasi (tidak boleh dipakai buat konsumsi)

  • Kendi Enjoy (buat hiburan dan beli barang yang dibutuhkan)

Setiap bulan, gua masukin sebagian besar ke investasi. Bahkan, saat dapet bonus atau THR, 80% gua investasikan lagi, dan hanya 20% yang gua gunakan untuk beli barang yang benar-benar diperlukan (misalnya sepatu atau tas kerja).

Momen Brexit dan Keputusan Besar

Di tahun 2015 atau 2016, ada momen Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa) yang bikin harga saham naik. Saat itu, gua jual beberapa saham dengan keuntungan 50-60%. Dari investasi ini, gua berhasil ngumpulin 60-70 juta cash.

Setelah itu, gua bilang ke bos gua, "Terima kasih, bos. Assalamualaikum. Saya mau jadi pebisnis."

Gua keluar dari pekerjaan dan langsung mulai bisnis ayam bakar di tahun 2016-2017. Sayangnya, bisnis ini bangkrut setelah 1,5 tahun. Tapi, gua enggak menyerah. Gua mulai dari nol lagi dan terus belajar.

Post a Comment for "Dari Nol ke Sukses Perjalanan Saya Bangkit dari Kebangkrutan"