-->
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Strategi Cash Flow UMKM Cara Mengelola Keuangan Bisnis agar Tetap Stabil dan Berkembang

Strategi Cash Flow UMKM Cara Mengelola Keuangan Bisnis agar Tetap Stabil dan Berkembang

Sesuai janji, saya akan membahas tentang cash flow UMKM dan bagaimana cara mengaturnya. Sebagai catatan, saya tidak menjual kelas keuangan, karena mengatur keuangan sebenarnya mudah dan banyak sumber yang bisa dipelajari. Saya hanya memiliki Akademi Creator dan Akademi Marketer, yang fokus pada cara mencari uang.

Saya membuat artikel ini agar bisa belajar dari isi pemikiran saya. Selain itu, saya juga ingin berbagi ilmu yang bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Mengapa Cash Flow Penting bagi UMKM?

Tidak semua strategi yang saya terapkan bisa langsung diaplikasikan ke kondisi kalian, karena setiap orang memiliki situasi berbeda. Saya sendiri berada dalam kondisi tanpa utang, tinggal di rumah orang tua, dan sudah memiliki rumah sendiri.

Permasalahan utama bagi UMKM dibandingkan karyawan kantoran adalah penghasilan yang fluktuatif. Kadang keuntungan besar, kadang mengalami kerugian. Banyak pelaku UMKM yang relate dengan situasi ini, terutama di awal usaha, di mana pengeluaran terus berjalan, tetapi pemasukan belum stabil.

Hal pertama yang saya lakukan adalah menghitung rata-rata revenue atau omzet tahunan. Jika usaha masih baru, saya menghitungnya berdasarkan beberapa bulan yang sudah berjalan.

Cara Mengatur Keuangan di Awal Usaha

Saat memulai usaha, saya tidak langsung mempekerjakan karyawan karena belum ada dana lebih. Prinsipnya, bisnis harus menghasilkan uang dulu, baru mengeluarkan biaya. Saya juga menghitung kebutuhan hidup bulanan, misalnya sebesar 5 juta rupiah. Saat itu, saya sudah menikah tetapi belum memiliki anak. Seluruh pendapatan saya serahkan kepada istri untuk kebutuhan rumah tangga, tanpa digunakan untuk kesenangan pribadi.

Seiring waktu, bisnis berkembang dan omzet stabil dalam 3-4 bulan. Saat itu, saya mulai merekrut karyawan, tetapi tetap dengan prinsip perusahaan yang ramping. Saya lebih memilih sedikit orang tetapi berkualitas dan siap bekerja keras.

Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Kesalahan umum UMKM adalah mencampurkan uang bisnis dengan uang pribadi. Misalnya, ketika mendapatkan keuntungan besar, uang tersebut langsung digunakan untuk keperluan pribadi. Saya menghindari hal ini dengan memisahkan rekening bisnis dan rekening pribadi. Sebagai direktur, saya hanya mengambil gaji tetap setiap bulan, seperti karyawan biasa.

Jika ada keuntungan besar, saya tidak langsung mengambil semuanya. Saya membaginya ke dalam dua bagian:

  1. Investasi – Untuk mengembangkan bisnis, seperti membeli alat produksi atau meningkatkan pemasaran.

  2. Enjoy – Untuk kebutuhan pribadi, tetapi tetap dalam batas wajar.

Strategi Investasi

Saya menerapkan strategi investasi yang berfokus pada pengembangan bisnis terlebih dahulu. Keuntungan yang diperoleh saya putar kembali untuk memperbesar bisnis, seperti menambah peralatan dan meningkatkan budget iklan. Tujuannya adalah agar cash flow meningkat secara bertahap tanpa fluktuasi tajam.

Jika ada surplus dana yang tidak bisa langsung diinvestasikan ke bisnis, barulah saya mengalokasikannya ke pasar keuangan. Namun, saya selalu memperhatikan siklus investasi agar tidak salah langkah.

Prinsip dalam Menggunakan Uang

Saya tidak pernah menabung dalam bentuk uang tunai untuk keperluan besar. Jika ingin membeli barang mewah seperti mobil atau jam tangan, saya hanya membelinya ketika investasi saya menghasilkan keuntungan besar. Dengan kata lain, barang mewah saya beli dari hasil investasi, bukan dari penghasilan utama.

Prinsip saya adalah uang harus terus berputar dan berkembang. Jika mendapatkan keuntungan besar dari investasi, saya membaginya menjadi tiga bagian:

  1. 70% untuk investasi kembali – Bisa ke bisnis atau pasar modal.

  2. 30% untuk menikmati hasilnya – Misalnya untuk liburan atau membeli barang yang diinginkan.

Dengan cara ini, kekayaan saya terus bertumbuh secara konsisten, tanpa risiko lonjakan besar yang berbahaya.

Kesimpulan

Bagi UMKM, penting untuk memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Jangan menganggap seluruh pendapatan bisnis sebagai uang pribadi. Selain itu, manfaatkan keuntungan bisnis untuk diinvestasikan kembali agar pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan.

Semoga bermanfaat!

Post a Comment for "Strategi Cash Flow UMKM Cara Mengelola Keuangan Bisnis agar Tetap Stabil dan Berkembang"